Hak Penumpang Bila Terjadi Keterlambatan Penerbangan

airliners

Pesawat delay / terlambat, pasti sudah biasa di negeri bernama Indonesia ini. Apalagi di musim padat atau disebut peak-season. Dan bila sudah terjadi delay, penumpang cuman bisa pasrah sambil belajar menyanyi lagu rap (baca:menggerutu marah ga jelas). Tapi tahukah anda kalau ada Keputusan Menteri Perhubungan yang mengatur kompensasi yang didapat penumpang atas keterlambatan tersebut serta perlakuan maskapai kepada penumpang. Tepatnya Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 25 tahun 2008, khususnya pasal 36 dan pasal 37.

Petikan dari Keputusan Menteri tersebut kurang lebih sebagai berikut :

Jika delay selama 30-90 menit

Maskapai wajib memberikan minuman dan makanan ringan

Jika delay selama 90-180 menit

Maskapai wajib memberikan minuman, makanan ringan, makan siang atau makan malam, dan memindahkan penumpang ke penerbangan berikutnya apabila diminta oleh calon penumpang

Jika delay lebih dari 180 menit

maskapai wajib diberikan makanan ringan, makan besar, memindahkan ke penerbangan berikutnya atau ke maskapai lain. Apabila penumpang tidak bisa dipindah ke penerbangan selanjutnya atau maskapai lain, maka calon penumpang wajib mendapatkan akomodasi untuk dapat diangkut pada penerbangan hari berikutnya.

Jika penerbangan dicancel atau dibatalkan

Maskapai wajib mengalihkan penumpang ke penerbangan berikutnya. Apabila penumpang tidak bisa dipindah ke penerbangan selanjutnya atau maskapai lain, maka calon penumpang wajib mendapatkan akomodasi untuk dapat diangkut pada penerbangan hari berikutnya.

Khusus untuk delay minimal 90 menit sampai dengan pembatalan penerbangan

Apabila penumpang tidak mau terbang / menolak diterbangkan, maka maskapai harus mengembalikan harga tiket yang telah dibayarkan

Pengumuman keterlambatan diumumkan selambat-lambatnya 45 (empat puluh lima) menit sebelum jadwal keberangkatan atau sejak pertama kali diketahui adanya keterlambatan

Sumber : http://hubud.dephub.go.id