Tiket Pesawat ? Mahal Relatif, Tarif Batas Atas Ada Ketetapannya

14 September 2011, oleh Arra

Seorang teman kemaren curhat kesulitan mencari tiket balik ke Jakarta dari Medan. Bukan karena tiket habis, tapi karena harganya yang katanya melambung naik. Dari biasanya bisa dapat 450 ribu -600 ribu, sekarang harga tiket termurah yang dia dapat mencapai 1,3 juta.

Musim padat penumpang, emang paling sering berkumandang lagu berjudul “harga tiket pesawat naik” (penyanyi ama pencipta lagunya lupa siapa).  Seperti habis lebaran seperti saat ini lah, apalagi jalur trayek potensial. Bila tidak memesan jauh-jauh-jauh (emang sengaja 3 kali kata jauh, biar kesannya waktunya lama, hehe…) hari, jangan harap harga tiket bersahabat dengan kantong.

Penasaran, aku nanya mbah Gugel, en ternyata sebenarnya ada peraturan yang mengatur masalah harga itu. Tepatnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 26/2010 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri

Disana diantaranya diatur penetapan tarif batas atas harga tiket pesawat.

Apaan tuh tarif batas atas ?

Dalam Pasal 2 ayat (6) aturan itu menyebutkan, tarif batas atas adalah harga jasa tertingg / maksimum yang diijinkan diberlakukan oleh badan usaha angkutan udara niaga berjadwal, yang dihitung berdasarkan componen tarif jarak, pajak pertambahan nilai, iuran wajib asuransi dan biaya tuzla/tambahan (surcharge).

Terus gimana kalo ada pelanggaran tarif, melebihi ketentuan yang disebutkan di Permen Perhubungan tersebut ?

Pasal 15

Sanksi Administrasi pelanggaran dapat berupa :

Pengurangan frekuensi, atau pembekuan rute perbangan, atau penundaan pemberian izan rute baru.

Tarif batas atas setiap rute berbeda-beda, tergantung jaraknya tempuhnya juga. Yang mau tahu patokan tarif batas atas pesawat sesuai tujuannya, bisa disimak di lampiran pdf ini

http://118.97.61.233/perundangan/images/stories/doc/permen/2010/km._no._26_tahun_2010.pdf

Balik lagi ke curhat temenku tadi, kalo aku bandingan dengan daftar yang terlampir di permenhub tersebut, tarif batas atas Jakarta – Medan adalah Rp.1.847.000,00. Masih cukup jauh harga yang dipegang temanku dengan tarif batas atas. Jadi bisa dikatakan masih normal kan ya.

Kok bisa mahal ? Kalo dari yang pernah aku baca sih, selama ini maskapai bermain di harga bawah, istilahnya tarif promosi lah. Jadi pas ada kesempatan, sesuai hukum pasar banyak permintaan nilai tawar harga jadi kuat. Jadilah maskapai bermain di harga normal tanpa melewati garis tarif batas atas.

Tapi ingat, konsumen berhak mengadukan bila menemukan maskapai menjual harga melebihi tarif batas atas yang udah ditentukan lho….

So, selamat terbang. I believe i can fly ….