[Wisata Kuliner] Bingka, Si Primadona dari Kalsel

Kue basah yang satu ini asalnya dari Kalimantan Selatan (Kalsel). Bahan dasarnya telur bebek, santan, dan tepung. Tekstur lembut. Begitu menyentuh lidah, ehm… langsung terasa legit dan gurihnya.

Kue bingka namanya. Saat Ramadhan seperti ini, kue tradisional khas Banjar ini termasuk primadona. Pilihan jenis dan rasanya juga variatif, ada bingka kentang, tape, nangka, telur, keju, kelapa muda, dan lain-lain. Pembuatannya dengan cara dibakar sampai berwarna kecoklatan.

Mendapatkannya juga gampang karena bingka dijual di sejumlah tempat di Banjarmasin, Martapura, dan kabupaten/kota lainnya di Kalsel hingga Kalteng, baik di pusat oleh-oleh khas Banjar, toko kue, hingga depot kue di Banjarmasin. Harganya juga terjangkau,  mulai Rp 22.000 sampai Rp 30.000 per biji (loyang). Satu loyang umumnya bisa dinikmati enam orang atau lebih.

Keberadaannya tidak mengenal musim, laris manis, setiap saat selalu dicari, baik untuk kudapan maupun oleh-oleh. Namun paling banyak dijual pas bulan puasa (Ramadhan).

Bagi orang Banjar, berbuka takkan lengkap tanpa bingka. Tak terkecuali bagi orang Banjar yang bermukim di luar Kalimantan maupun luar negeri.

Hj Rukayah Tarmidji, pemilik merek kue Kurnia Rasa Jalan Sutoyo S Banjarmasin, mengatakan, bingka olahannya yang memiliki citarasa khas dinikmati berbagai kalangan dari masyarakat biasa hingga Presiden RI. Bahkan Mantan Presiden Megawati adalah salah seorang penikmat bingka buatannya.

“Bingka saya juga telah melanglang tidak hanya di dalam negeri, melainkan sampai Malaysia, Singapura, Australia hingga Benua Afrika. Khusus Ramadhan, dalam sehari bisa memproduksi sampai 150 biji bingka,” beber Hj Rukayah Tarmidji.

Sumber : Banjarmasin Post